Home / Artikel / Antariksa / Gelombang Gravitasi Kemungkinan Terbentuk Di Dalam Bintang yang Sangat Besar

Gelombang Gravitasi Kemungkinan Terbentuk Di Dalam Bintang yang Sangat Besar


Gelombang Gravitasi Kemungkinan Terbentuk Di Dalam Bintang yang Sangat Besar

Walaupun baru beberapa minggu sejak kita untuk pertama kalinya berhasil menemukan gelombang gravitasi akibat penggabungan dua buah lubang hitam, tetapi cerita lanjutannya sudah datang dengan sangat cepat. Kita mungkin pernah mendengar tentang sebuah misi baru untuk memburu cahaya yang terkait dengan peristiwa penggabungan (merger) ini. Sehubungan dengan hal tersebut, baru-baru ini sebuah hasil penelitian tentang sumber merger yang menarik telah muncul.

Seperti yang dilansir oleh New Scientist, menindaklanjuti penemuan gelombang gravitasi oleh LIGO, para ilmuwan yang menggunakan NASA’s Fermi gamma-ray space telescope telah mendeteksi adanya kilatan sinar gamma selama 0,4 detik setelah sinyal merger terlihat. Peluang kedua sinyal tersebut merupakan sebuah kebetulan atau tidak saling berhubungan, yaitu sebesar 0,0022 persen.

Lalu apa artinya? Nah, menurut astronom Avi Loeb dari Harvard University, peristiwa merger itu sendiri tidak dapat menghasilkan kilatan sinar gamma. Sebaliknya, ia menduga bahwa kedua lubang hitam tersebut sebenarnya berada di dalam sebuah bintang raksasa yang berukuran ratusan kali lipat lebih besar dari matahari. Setelah terjadi merger, bintang raksasa itu hancur, dan kemudian menghasilkan kilatan sinar gamma ini.

Kita tahu bahwa sebuah bintang dapat menghasilkan lubang hitam tunggal ketika mereka hancur, namun Loeb mengatakan ada kemungkinan bahwa bintang yang berputar sangat cepat bisa membuat inti bintang menjadi "dumbbell," yang kemudian pecah menjadi dua inti dan hancur secara individual, kemudian terbentuklah dua buah lubang hitam.

"Saya menduga bahwa kedua sinyal yang terjadi akan saling berkaitan jika biner lubang hitam yang terdeteksi oleh LIGO, berasal dari dua rumpun konfigurasi dumbbell yang terbentuk ketika inti bintang raksasa yang berputar cepat tersebut hancur," tulisnya dalam jurnal yang tersedia di Arxiv.

Sampai saat ini, semuanya masih berupa teori. Nyatanya, pesawat luar angkasa pendeteksi sinar gamma lainnya, European INTEGRAL, tidak mampu mendeteksi sinar yang dideteksi oleh Fermi, menunjukkan bahwa ada kemungkinan sinyal tersebut tidak benar-benar nyata.

Tetapi jika memang benar, itu berarti penggabungan lubang hitam pasti didukung oleh material-material lain sehingga dapat menghasilkan flash dari sinar gamma. Dan tampaknya, menempatkan dua lubang hitam di dalam sebuah bintang raksasa adalah salah satu cara untuk menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi.

Terlepas dari semua itu, betapa menakjubkannya berbagai usaha penelitian yang dilakukan belakangan ini terkait dengan satu deteksi yang berlangsung hanya dalam waktu 7 milidetik. Pikirkan bagaimana nantinya ilmu pengetahuan akan lebih berkembang jika terjadi deteksi selanjutnya.

 

Sumber: bagikertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 394

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 186

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 151




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Diskon 50% APD dan Masker, JNE Express

    Diskon 50% APD (JTR) dan Masker (OKE) ke Seluruh Pulau Jawa dan Bali.. Max. 5kg. Walk in Interview di Sales Counter

  2. Belum ada komentar

menu
menu