Home / Artikel / Antariksa / Ilmuwan Temukan Gerhana Bintang Terlama Sepanjang Sejarah

Ilmuwan Temukan Gerhana Bintang Terlama Sepanjang Sejarah


Ilmuwan Temukan Gerhana Bintang Terlama Sepanjang Sejarah

Sepasang bintang biner yang baru ditemukan di galaksi Bima Sakti, sekitar 10.000 tahun cahaya dari bumi, telah memecahkan rekor. Kedua bintang tersebut adalah bagian dari sistem bintang biner, dengan salah satu bintang yang secara berkala tersembunyi dari pandangan kita.

Sistem ini, dengan nama yang menarik, yaitu TYC 2505-672-1, memiliki periode gerhana terpanjang dibandingkan seluruh gerhana yang berada dalam sistem biner dan juga memiliki durasi gerhana terlama dari seluruh gerhana bintang yang pernah kita amati. Rincian tentang penemuan ini dapat ditemukan dalam makalah yang dipublikasikan oleh Astrophysical Journal.

Penemuan ini terjadi berkat pengamatan yang dilakukan oleh American Association of Variable Star Observers network dan the Digital Access to a Sky Century @ Harvard (DASCH) program. DASCH merupakan sebuah survei yang dilakukan berdasarkan ribuan pelat fotografi yang diambil oleh para astronom dari Harvard antara tahun 1890 dan 1989.

Data yang mencakup beberapa dekade memungkinkan para astronom untuk mengkarakterisasi sistem secara rinci. Kedua bintang mengorbit satu sama lain setiap 69 tahun, terdiri dari 24 unit astronomi (3,5 miliar kilometer, 2,2 miliar mil) yang terpisah, dan gerhana yang terjadi menutupi salah satu bintang selama lebih dari tiga setengah tahun. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Kemungkinan salah satu bintang memiliki awan debu yang sangat besar dan lapisan gas yang mengelilinginya.

"Satu-satunya cara yang menjadikan gerhana ini menjadi gerhana yang terpanjang adalah adanya piringan tambahan berbahan buram. Tidak ada material lain yang cukup besar hingga mampu menghalangi sebuah bintang selama berbulan-bulan dalam satu waktu," kata pimpinan penulis Joey Rodriguez dalam sebuah pernyataan.

Menurut penelitian, piringan tambahan itu kemungkinan berdiameter 1 miliar kilometer (600 juta mil). Bintang di dalam piringan tersebut bersuhu sangat panas (sekitar 7000 kelvin, 12.000° F) dan kemungkinan merupakan sebuah red giant. Bintang-bintang ini memiliki atmosfer yang sangat tebal, dan seringkali berubah menjadi awan besar. Meskipun pernyataan ini adalah hipotesis utama, namun para astronom tidak bisa memastikannya karena sistem tersebut sangat jauh.

"Bahkan hingga saat ini, teleskop tercanggih kita masih belum bisa secara independen mengidentifikasi kedua objek itu," kata Rodriguez. "Mudah-mudahan dengan adanya kemajuan teknologi akan membuat pengamatan di tahun 2080 menjadi lebih mudah, ketika gerhana berikutnya terjadi."

 

Sumber: bagikertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 238

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 120

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 81




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Kuliah di Kampus Umar Usman, Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha

    Kampus BisnisUmar Usman, Program Profesional 1 Tahun (D1) Mencetak Entrepreneur Berkarakter, Lets Join Us!

  2. Belum ada komentar

menu
menu