Home / Artikel / Antariksa / Mengejutkan! Bumi Terbentuk dari Dua Planet yang Bertabrakan

Mengejutkan! Bumi Terbentuk dari Dua Planet yang Bertabrakan


Mengejutkan! Bumi Terbentuk dari Dua Planet yang Bertabrakan

Bulan kemungkinan terbentuk ketika bumi purba (primordial earth) bertabrakan dengan sebuah benda seukuran Mars. Hasil tabrakan itu melemparkan serpihan yang cukup besar ke dalam orbit, sehingga terciptalah bulan yang akhirnya menjadi satelit kita. Meskipun teori ini telah diketahui dalam waktu yang cukup lama, namun rinciannya masih merupakan misteri. Sekarang, sebuah bukti penting yang ditemukan kemungkinan dapat membantu menjelaskan dengan tepat bagaimana hal itu terjadi.

Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Profesor Ed Young dari University of California, Los Angeles, membandingkan antara tingkat oksigen di wilayah terestrial dan batuan bulan. Mereka menemukan bahwa batuan bulan memiliki perbedaan tingkatan. Hal ini menunjukkan adanya dampak yang begitu kuat sehingga dapat menghasilkan pencampuran material. Hasil penelitian ini dijelaskan dalam Science.

Sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, para ilmuwan percaya terdapat sebuah objek besar yang dijuluki Theia ("ibu dari bulan" dalam mitologi Yunani) yang menabrak bumi purba, sehingga menghasilkan bulan. Sebelumnya, para ilmuwan berpikir bahwa tabrakan itu berupa glancing blow, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa yang terjadi adalah sebuah tabrakan yang lebih keras.

Walaupun semua objek di tata surya terbentuk dalam waktu yang sama dan dari bahan yang sama, tetapi mereka cenderung memiliki sedikit perbedaan dalam hal komposisi. Misalnya, semua benda luar angkasa memiliki sidik jari isotop oksigen mereka sendiri, sehingga dengan melihat komposisi kimia yang ada, kita dapat mengetahui apakah sebuah batu berasal dari Mars atau dari Bumi.

Hal ini penting dalam membatasi komposisi Theia. Ketika dua objek bertabrakan, tergantung pada bagaimana cara mereka bertabrakan, akan terjadi sejumlah pencampuran antara dua jenis batu. Anda bisa mendapatkan sebagian besar komposisi dari objek yang menabrak atau objek yang ditabraknya.

"Jika kami menemukan perbedaan isotop oksigen antara bulan dan bumi, maka hal itu berarti bahwa dampak yang membentuk bulan adalah glancing blow, dimana sebagian besar dampaknya dapat ditemukan di bulan," Professor Young mengatakan kepada IFLScience. "Saat ini kami sedang menguji kembali batuan bulan dan batuan bumi dengan tingkat keakuratan tertinggi yang bisa lakukan."

Titik awal dari penelitian ini adalah sebuah laporan tahun lalu yang menunjukkan perbedaan kecil antara batuan bumi dan batuan bulan. Tim Young menguji ulang sampel dengan alat yang lebih canggih sehingga mereka mampu mendapatkan pengukuran yang tepat, dan memverifikasi bahwa sampel yang diteliti bebas dari kontaminasi.

"Kami tidak menemukan adanya perbedaan dengan laporan tahun lalu," kata Profesor Young. "Jika tidak ada perbedaan, berarti dampak tabrakannya sangat kuat dan sangat energik. Dampaknya lebih ke arah tabrakan keras dibandingkan glancing blow."

Hasil ini memberikan wawasan yang signifikan dalam sejarah sistem Bumi-Bulan. Banyak peneliti dari seluruh dunia yang berusaha memahami nature dari dampak tabrakan, dan temuan ini akan membantu mereka membatasi model-model yang paling mendekati.

 

Sumber: bagikertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 301

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 145

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 103




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted J&T Express Arjawinangun, Gratis Jemput Paket DiTempat

    J&T Express, Gratis Jemput Paket DiTempat, melayani kiriman paket dan dokumen. Temukan DP terdekat kami dikota

  2. Belum ada komentar

menu
menu