Home / Artikel / Healthy / Demi Kesuburan, Wanita Sebaiknya Tidak Kerja Fisik

Demi Kesuburan, Wanita Sebaiknya Tidak Kerja Fisik


Demi Kesuburan, Wanita Sebaiknya Tidak Kerja Fisik

Pada dasarnya wanita bisa mengerjakan segala pekerjaan yang biasa dibebankan pada pria, termasuk pekerjaan yang menggunakan fisik. Hanya saja sebuah penelitian memastikan mereka tidak dianjurkan untuk melakukannya karena kondisi biologis mereka sendiri.

Menurut tim peneliti dari Harvard TH Chan School of Public Health, pekerjaan yang menggunakan fisik seperti mengangkat benda berat dapat menurunkan tingkat kesuburan wanita, apalagi jika memang berat badannya di atas rata-rata.

Untuk memastikannya, peneliti melakukan pengamatan terhadap lebih dari 470 wanita yang sedang menjalani terapi kesuburan. Yang diamati adalah beban fisik dari pekerjaan mereka dan empat penanda biomarker dalam tubuhnya.

Empat biomarker yang punya nama alias 'fecundity' ini diketahui memiliki keterkaitan yang erat dengan kemampuan wanita untuk bereproduksi; yaitu 'antral follicles' (indikasi dari jumlah sel-sel telur yang tidak matang di dalam tubuh); kadar hormon perangsang folikel yang berfungsi mengatur proses dalam reproduksi; kadar estrogen; dan jumlah sel-sel telur yang matang dan mampu berkembang menjadi embrio yang sehat.

Dari situ terungkap, makin berat benda yang diangkat atau dipindahkan oleh seorang wanita saat bekerja, makin rendah jumlah 'antral follicles' dan sel telur yang matang dalam tubuhnya.

Dari perhitungan peneliti, mereka yang sering mengangkat benda-benda berat saat bekerja mempunyai jumlah sel telur 8,8 persen lebih sedikit dari total sel telur yang dimiliki dengan jumlah sel telur yang matang 14,1 persen lebih sedikit daripada wanita yang tidak pernah angkat-angkat barang berat.

"Penurunan jumlah sel telurnya lebih buruk pada wanita yang kelebihan berat badan, obes atau usianya di atas 37 tahun," timpal Audrey Gaskins, salah satu peneliti seperti dilaporkan CNN.

Selain mengangkat benda berat, bekerja dalam sistem shift juga dikatakan peneliti ikut mempengaruhi munculnya risiko ini. Toh peneliti juga menemukan adanya penurunan jumlah sel telur matang dalam tubuh wanita yang sering bekerja di shift malam.

Sejauh ini peneliti hanya bisa menduga bahwa ketika melakukan pekerjaan berat atau bekerja di shift malam, maka ini akan memunculkan mekanisme stres dalam tubuh yang menyebabkan kinerja organ reproduksinya menjadi kurang optimal. Sedangkan obesitas memperburuk kemampuan tubuh untuk mengatasi stres itu sendiri.

"Meski kami belum yakin bagaimana mekanismenya tapi setidaknya ini bisa dijadikan bahan pertimbangan jika ingin segera mendapatkan keturunan," imbuh Gaskins.

 

Sumber: health.detik.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 240

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 124

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 82




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Wahana, Jasa Ekspedisi Termurah Segalaksi

    Wahana Express melayani kiriman paket dan dokumen dengan tarif murah. Temukan agen terdekat kami di kota Anda

  2. Belum ada komentar

menu
menu