Home / Artikel / Relationship / Setidaknya Aku Pernah Berjuang. Meski Akhirnya Harus Gagal

Setidaknya Aku Pernah Berjuang. Meski Akhirnya Harus Gagal


Setidaknya Aku Pernah Berjuang. Meski Akhirnya Harus Gagal

Bertahun-tahun kita bersama menikmati cinta dan kasih ini. Ku jaga dan ku sayang dirimu sepenuh hati. Seperti tak ingin berpisah dan bersatu selamanya. Itulah angan-anganku dulu, saat kita masih bersama.

Namun kini, semuanya harus sirna. Sejak badai itu datang dan memisahkan kita. Hal yang sebenarnya sudah aku sadari sejak pertama kali mengenalmu. Tapi aku tetap saja masa bodoh dan keras kepala untuk tetap memilikimu selamanya.

Biarlah, setidaknya aku pernah berjuang untuk memilikimu. Bahkan sampai saat-saat terakhir aku harus melepasmu. Memang ada resak di dadaku, namun aku tidak pernah sekalipun menyesalinya. Sebab aku telah melakukan segalanya untuk bisa memilikimu.

Perjuanganku dan pengorbananku ini seakan tak ada nilainya bagi orang tuamu. Mungkin mereka tidak tahu, bagaimana gigihnya aku menjaga dan melindungimu. Mereka tidak akan tahu itu, karena hanya ada kebencian di mata mereka kepadaku.

Tapi tak mengapa, karena aku ikhlas melakukan itu semua demi kamu yang sangat aku cintai. Kamu juga pasti menyadari betapa berjuangnya aku untuk cintamu itu. Meski akhirnya harus gagal, karena ada tembok besar yang memisahkan cinta kita.

Aku memang bukan laki-laki mapan seperti yang orang tuamu inginkan. Bukan dari keluarga yang berada, sehingga karena itulah mungkin orang tuamu tega menghinaku. Ah siapa diriku ini, kok beraninya berharap untuk memilikimu. Gaji saja pas-pasan, kok ya sok-sokan ingin meminangmu.

Ku telan semua sakit hati dan rasa pahit ini. Biarlah kamu dan cintaku, menjadi kenangan terindah dalam hidupku. Aku memang sangat mencintaimu, tapi aku juga punya harga diri. Tak mungkin aku kasih kepalaku, hanya untuk diinjak dan dihina.

Aku mencintaimu karena aku ingin hidup bahagia bersamamu. Bukan justru sebaliknya, menderita dan tekanan batin yang tak ada hentinya. Lebih baik kamu ikuti saja kemauan orang tuamu. Mereka lebih berhak atas dirimu. Karena mereka telah memberikan segalanya untuk masa depanmu.

Biarlah rasa cinta ini aku simpan baik-baik dalam hatiku. Cukup aku dan Tuhan saja yang tahu, siapa yang sebenarnya sangat mencintai dan sangat ingin hidup bersamamu. Mungkin memang benar, kamu bukan terlahir untukku.

Tak mengapa, jika orang-orang menyebutku menjaga jodoh orang lain. Sebab memang iya, karena aku lah yang selalu menjaga dan menemanimu selama ini. Namun pada akhirnya, aku jugalah yang harus mengikhlaskanmu bersanding di pelaminan dengan orang lain.

Sakit memang sakit. Tapi mau bagaimana lagi, mungkin ini jalan hidupku yang selalu saja gagal mendapatkan cinta sejatinya. Mungkin sebaiknya aku harus diam dan mengambil pelajaran dari semua yang terjadi ini.

Aku juga hanya manusia biasa, yang bisa hancur saat kehilangan orang dicintainya. Bahkan aku juga bisa menangis saat melihatmu untuk yang terakhir kalinya. Tapi kenapa kita harus bertemu, bila akhirnya harus berpisah dengan cara menyakitkan seperti ini.

Terima kasih untuk semuanya, untuk cintamu, untuk impian-impian yang pernah kamu taruh di atas pundakku. Untuk kebahagiaan-kebahagiaan yang pernah kamu berikan kepadaku. Meski kini akhirnya kamu memilih pergi meninggalkanku. Salam cinta dan sayangku untukmu selama-lamanya.

 

Sumber: vebma.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 237

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 119

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 81




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Diskon 50% APD dan Masker, JNE Express

    Diskon 50% APD (JTR) dan Masker (OKE) ke Seluruh Pulau Jawa dan Bali.. Max. 5kg. Walk in Interview di Sales Counter

  2. Belum ada komentar

menu
menu