Home / Artikel / Relationship / Kisah Gaya Pacaran Zaman Jadul yang Unik dan Menarik

Kisah Gaya Pacaran Zaman Jadul yang Unik dan Menarik


Kisah Gaya Pacaran Zaman Jadul yang Unik dan Menarik

Satu hari, pada bulan lalu, saya masih ingat sempat mampir di warung kopi langganan saya. Sebenarnya bukan warung kopi seperti warung kopi biasanya. Warung kopi langganan saya, hanya warung gerobak, tapi memang menyediakan kopi langsung seduh. 

Warung ini, ada di pinggir jalan di bilangan Cipete Selatan, Jakarta Selatan. Di depannya sebuah rumah besar yang jadi kantor sebuah production house. Penunggunya adalah seorang lelaki yang saya taksir umurnya sudah lebih dari 50 tahun. Rambutnya sudah agak botak. Dari kumisnya, sudah memperlihatkan jika umurnya sudah kakek-kakek. Kumis telah beruban semua. Sayang, saya tak tahu persis berapa umur dia sebenarnya. 

Saya kenal tak sengaja, saat ikut meneduh karena dicegat hujan deras. Dari situ saya kenal dia. Dan yang tak disangka, dia ternyata satu kabupaten dengan saya. Hanya beda desa dan kecamatan, tapi sama-sama asal Kuningan, sebuah kabupaten yang ada di ujung timur Jawa Barat. Dia berasal dari kecamatan Ciwaru. Nama desanya, saya agak lupa. 

Sejak itulah saya sering mampir ke warungnya. Ya, mungkin karena merasa satu daerah dan  bertemu di perantauan, saya merasa ada ikatan saja. Namanya Maman Suryaman. Tapi saya sering memanggilnya Babeh Maman, mengikuti julukan yang disematkan para supir bajaj yang kerap nongkrong di warungnya. 

Setiap pergi ke kantor, saya suka sempatkan mampir ke warungnya, sekedar menyeruput segelas kopi dan ngobrol-ngalor ngidul. Banyak cerita yang saya dapat darinya. 

Ada sebuah cerita yang menarik yang pernah diceritakan Babeh Maman. Bulan lalu cerita itu saya dapatkan. Ceritanya soal gaya pacaran tempo dulu, gaya pacaran ala Babeh Maman saat muda. Babeh Maman bercerita, pacaran dulu dengan sekarang jauh berbeda. Dulu itu, pacaran tak semesum sekarang. Kata dia, dulu jarang yang 'kecelakaan' alias  hamil duluan sebelum nikah. Jadi, ketika nikah, kata dia, malam pertama dapat perawan. Bukan dicoblos dulu sebelum pertandingan. 

"Malam pertama ya dengan perawan," ujarnya sambil terkekeh. 

Satu ceritanya yang menarik adalah soal kebiasaan pemuda desa di zamannya saat menjalani masa pacaran. Terutama ketika menjalani tradisi ngapel alias bertandang ke rumah si pujaan hati. Ia bercerita, jika tiba malam lebaran, itu adalah saat yang tepat untuk ngapel menguatkan tali asmara. Tentu, tidak dengan tangan kosong ia datang ke rumah si pujaan hati. Ia bawa oleh-oleh. Salah satu oleh-olehnya adalah mercon ' rarantayan' alias mercon renteng. Apalagi, ia baru saja pulang dari perantauan di Jakarta. Kata dia mercon renteng itu ibarat barang yang wajib  di bawa saat ngapel. 

" Sudah jadi kebiasaan yang mau ngapel itu harus bawa mercon 'rarantayan'. Enggak tahu saya,  sejak kapan kebiasaan itu ada" kata dia.

Mercon renteng itu lanjut Babeh Maman, nantinya harus disulut atau dibakar setelah tiba di pekarangan rumah si pujaan hati. Kata dia, mercon itu ibarat tanda atau semacam pesan untuk memberi tahu warga, bahwa perempuan A ini sudah ada yang punya. Sekaligus juga untuk menginformasikan bahwa si pangapel telah datang. 

" Nanti setelah mercon sudah habis, baru kita diterima oleh keluarga si cewek. Nah, baru kita serahkan, uang dan barang barang lainnya seperti sampho sabun dan lipstik. Kopi, gula dan kue untuk bapak dan ibunya," katanya. 

Kata dia, uang dan barang-barang itu wajib dibawa dan diberikan saat ngapel, selain bawa mercon renteng. Semua itu menandakan bahwa si laki-laki memang serius menjalin hubungan. " Ya baru setelah itu kita dibolehkan ngobrol dengan pacar kita," katanya. 

Ngobrolnya pun, ujarnya, hanya di teras atau di ruang tamu. Biasanya si ibu perempuan selalu mengawasi. " Jadi boro-boro mau mesum, mau ciuman," katanya. 

Sampai larut malam biasanya ia ngapel. Bahkan sampai mau subuh, jelang solat Idul Fitri. Jika si cewek ngantuk, obrolan dilanjutkan dengan bapaknya. Sambil merokok dan ngopi. 

Nanti, esok harinya, atau lewat satu hari setelah lebaran, kata Babeh Maman, akan ada balasan dari si cewek. Balasannya berupa masakan jadi. " Ya dibalas nanti dengan masakan, ada itu pepes ikan, opor ayam, daging dan lain lain pokoknya," kata dia 

Balasan masakan itu, ujarnya, menandakan keluarga si cewek memang sudah benar-benar merestui hubungan. Tinggal kemudian antar dua keluarga menindaklanjuti itu. Biasanya akan langsung dibicarakan soal pernikahan.

Bagi saya cerita itu sangat menarik. Ternyata ada tradisi unik dalam dunia asmara di jaman jadul. Tradisi yang sekarang mungkin tak ada lagi. Sebab mengutip keterangan Babeh Maman, kebiasaan pacaran seperti di eranya, sudah tak ada lagi. Sekarang anak anak muda yang sedang kasmaran tak perlu repot-repot bawa mercon dan lain-lain. Ingin ketemu tinggal kirim SMS atau diam- diam bertemu empat mata di suatu tempat. Kata dia,  anak-anak sekarang pemberani kalau soal pacaran. 

" Anak-anak muda zaman sekarang kalau pacaran sudah nekad-nekad. Dulu, kita mau jalan sama pacar saya, harus betul-betul betul-betul di ijinkan bapaknya. Bapaknya harus tahu dan waktu pulangnya ditentukan. Misalnya harus sampai jam sekian, ya pulang harus jam sekian. Tidak berani kita dulu, ketemu sembunyi-sembunyi," katanya. 

Kalau pun siang hari, kata Babeh Maman lagi, ini akan digunakan oleh si laki-laki untuk memikat hati calon mertua. Misalnya ikut bantu calon mertua di sawah. Itu akan jadi nilai lebih di mata si calon mertua. 

Kenekadan anak muda jaman sekarang memang benar adanya. Apa yang dikatakan Babeh Maman, kenyataannya seperti itu.  Lihat saja beberapa  hasil penelitian yang dilakukan oleh sejumlah lembaga. Rata-rata mengkonfirmasi, bahwa anak-anak jaman sekarang sudah nekad. Apalagi sejak hadirnya internet.  Internet ibarat jalan tol bagi para remaja mendapatkan informasi dan tontonan mesum dengan gampang. Pada akhirnya, mereka coba mempraktekan itu.  Lihat saja hasil survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 4500 siswa SMP dan SMA di 12 kota besar di  Indonesia tahun 2007. Survei KPAI menemukan fakta sebanyak  97,0 persen pernah  nonton film mesum. Temuan lainnya, 93,7  responden mengaku biasa bercumbu dengan pacar mulai dari yang ringan seperti cipokan, sampai yang mulai mengarah seperti petting dan oral sex. Dan ini dia, fakta yang bikin kaget, 62,7 persen responden yang mengaku siswa SMP sudah tak perawan lagi. Sementara responden yang mengaku siswa SMA, 21,2 persen menyatakan pernah aborsi. 

 

Sumber: vebma.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 244

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 129

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 85




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Kopi Kebersamaan, Kopi Enak Ga Harus Mahal

    Kopi Enak Ga Harus Mahal, dibuat dari biji kopi pilihan asli Indonesia dengan varian rasa yang bikin segar

  2. Belum ada komentar

menu
menu