Home / Artikel / Campur-Campur / Antara Kritisi, Diskusi, dan Arogansi

Antara Kritisi, Diskusi, dan Arogansi


Antara Kritisi, Diskusi, dan Arogansi

Sebenarnya, ada banyak sekali tipe komentar yang disampaikan oleh orang-orang yang menanggapi status, tweet, ataupun video yang di unggah di sosial media. Namun, pada pembahasan kali ini saya hanya akan menyampaikan tiga tipe komentar. Semoga dapat mewakili meski tidak secara keseluruhan.

Tipe komentar yang pertama, yaitu "Mengkritisi".

Saat ada orang yang menanggapi konten yang kita bagikan di sosial media, dengan kalimat atau kata-kata yang menggambarkan ketidaksetujuan orang lain terhadap apa yang kita sampaikan, kita dapat menganggapnya sebagai suatu kritikan terhadap pendapat kita. 

Namun, tipe komentar yang mengkritisi ada kriteria atau maknanya. Saat orang lain mengomentari konten yang kita bagi dengan penyampaian yang baik, dengan memberikan tanggapan yang santun, menunjukkan kesalahan dalam konten yang kita sajikan, itu dapat kita artikan sebagai sebuah kritik yang membangun.

Kritik adalah sesuatu hal yang membangun sikap untuk lebih ingin tau, kemudian kita terpacu untuk lebih mengeksplorasi pengetahuan kita. Tentu saja, ini termasuk hal positif yang dapat kita ambil hikmahnya.

Tipe komentar yang kedua, yaitu "Diskusi".

Saat ada orang yang menanggapi konten yang kita bagikan, dengan kalimat yang seakan menanyakan pendapat kita tentang sesuatu yang kita sampaikan / bagikan, kemudian orang tersebut menanggapi pendapat kita dan menyampaikan pendapatnya, kita dapat menganggapnya sebagai suatu ajakan untuk berdiskusi. 

Orang yang memberikan komentar dengan maksud berdiskusi, sering kali menambahkan sumber acuan untuk di kaji bersama dalam komentar tersebut. Komentar bermakna diskusi, biasanya terus berkesinambungan hingga mencapai kesimpulan. Meskipun, tidak jarang ada komentar bermakna diskusi tapi proses diskusi berhenti sebelum dapat disimpulkan.

Tentunya, kita tidak boleh memahami mentah-mentah apa yang disampaikan orang lain yang mengajak berdiskusi. Kita tetap perlu mengkajinya. Karena dalam komentar bertipe diskusi pun pasti ada komentar yang mengkritisi pendapat kita. Itu yang perlu kita kaji kembali.

Tipe komentar yang ketiga, Yaitu "Arogansi".

Saat ada orang yang menanggapi konten yang kita bagikan, namun nada komentarnya agak bermakna meremehkan atau menggunakan kata-kata yang kurang pantas, bahkan menyinggung privasi kita dengan membanggakan egonya sendiri, mungkin dapat disimpulkan bahwa komentar semacam itu adalah suatu bentuk Arogansi dalam berkomentar.

Orang yang membawa arogansinya dalam berkomentar biasanya cenderung terus menyalahkan, menghina dengan perkataan tidak pantas, atau bahkan setelah berkomentar dalam konten kita, orang tersebut membuat konten yang mengkritisi konten kita dengan membanggakan dirinya, seakan ingin menunjukkan pada orang lain dalam list pertemanannya bahwa pendapatnya lebih layak diterima. 

Tentu, kita harus dapat menyikapi komentar berbau arogansi dengan cara yang tepat. Dijadikan sebagai pengalaman atau pelajaran berharga agar tidak kita tiru, atau lebih menjaga konten yang kita bagikan agar tidak menyinggung pendapat orang lain. Kita berhak untuk tidak menghiraukan komentar dengan tipe yang ketiga ini. Karena jika diteruskan tidak akan ada ujungnya. Tidak akan membuahkan kesimpulan yang memuaskan, justru akan lebih mengarah pada permusuhan.

Ketiga tipe komentar tersebut, sering kali kita jumpai di setiap konten sosial media. Bahkan, di situs berita online yang menyediakan kolom komentar disetiap artikel / video yang mereka sajikan, pun ketiga tipe komentar itu banyak disampaikan oleh pembacanya.

Sebagai pembaca yang cerdas, kita harus dapat menjaga perkataan saat menyampaikan komentar. Kalau perlu, meminimalisir keinginan untuk berkomentar apabila dirasa tidak perlu. Karena, bisa jadi komentar yang kita sampaikan justru akan berdampak negatif bagi pihak lain. Jika ada perbedaan pendapat, menyampaikannya di sosial media milik sendiri tanpa berkomentar di konten orang lain, lebih bermakna umum. Dalam arti, kita tidak menunjukkan arogansi kita dengan berkomentar di konten yang kita tidak sependapat dengannya.

 

Sumber: vebma.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 321

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 151

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 107




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted TIKI Arjawinangun, Hanya Satu Titipan Kilat

    TIKI, Hanya satu titipan kilat.. Kami hadir lebih dekat, telah hadir TIKI AGEN ARJAWINANGUN, Kab. Cirebon

  2. Belum ada komentar

menu
menu