Home / Artikel / Hewan dan Tumbuhan / Elang Kecil Eleonora Menjadikan Mangsanya Tahanan Sebelum Memakannya

Elang Kecil Eleonora Menjadikan Mangsanya Tahanan Sebelum Memakannya


Elang Kecil Eleonora Menjadikan Mangsanya Tahanan Sebelum Memakannya

Hasil pengamatan terhadap burung elang di wilayah Essaouira, Maroko menemukan bahwa elang-elang di wilayah tersebut "memenjarakan" burung lainnya dan menahan mereka selama beberapa hari sebelum akhirnya menjadikan mangsanya santapan bagi anak-anak burung elang.

Perilaku elang yang tidak biasa ini diamati oleh Abdeljebbar Qanba dari Mohammed V University di Rabat, Maroko, saat ia sedang melakukan sensus burung elang di pulau Mogador pada tahun 2014, dan hasilnya dilaporkan dalam jurnal Alauda edisi terbaru. Di antara banyaknya spesies elang yang terdapat di pulau tersebut, elang kecil Eleonora (Falco eleonorae), yang biasanya hanya memakan serangga, selama musim kawin ini terlihat memangsa sesama burung migran lainnya, seperti burung whitethroat, burung pipit pohon, dan burung lainnya.

Pada musim kawin, koloni elang kecil Eleonora biasanya menyinkronkan jumlah buruan mereka dengan tingkat migrasi tahunan, untuk memastikan nantinya, ketika bayi-bayi elang menetas, terdapat cukup banyak pasokan makanan.

Umumnya, perubahan pola makan dari serangga ke burung lain ini terjadi dalam beberapa hari, sebelum elang betina bertelur untuk pertama kalinya di akhir musim panas. Seiring dengan itu, para elang mulai berburu mangsanya untuk mengantisipasi jumlah kelahiran bayi-bayi elang yang perlu diberi makan. Namun, dengan membunuh mangsanya terlalu dini akan berisiko mangsanya mengering atau membusuk sebelum nantinya dapat dimakan.

Untuk menyiasati hal ini, koloni burung elang menjaga mangsanya agar tetap hidup dalam waktu yang berbeda, sehingga kesegarannya tetap terjaga hingga tiba waktunya untuk memberi makan para bayi elang. Target ini dicapai dengan beberapa taktik yang licik, seperti memasukkan burung-burung kecil buruannya ke dalam celah yang sempit, sehingga mereka terjepit dan tidak dapat melarikan diri.

Selain itu, Qninba juga mencatat bahwa beberapa burung migran kecil lainnya ditemukan berada di lubang dan celah sempit dengan bulu sayap dan bulu ekor yang habis/hilang, kemungkinan disebabkan oleh burung elang. Burung sangat memerlukan bulu pada sayapnya agar dapat terbang, sedangkan bulu ekor berperan sebagai kemudi yang membuat mereka mampu bernavigasi. Tanpa keduanya, burung tidak dapat terbang, dan karena itu mereka tidak bisa lepas dari celah, tempat dimana para elang menahannya.

Sementara perubahan pola makan terjadi sebelum para elang betina bertelur, Qninba dan rekan-rekannya menemukan bahwa taktik memenjarakan burung kemungkinan akan dimulai pada hari-hari menjelang penetasan telur, untuk memastikan agar pasokan makanan siap dalam waktu yang tepat dan tetap segar ketika anak burung elang membutuhkan makanan untuk pertama kalinya.

 

Sumber: bagikertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 211

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 106

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 70




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Wahana, Jasa Ekspedisi Termurah Segalaksi

    Wahana Express melayani kiriman paket dan dokumen dengan tarif murah. Temukan agen terdekat kami di kota Anda

  2. Belum ada komentar

menu
menu