Home / Artikel / Hewan dan Tumbuhan / Rangkong Gading Berstatus Kritis, Ini Langkah Pemerintah Indonesia

Rangkong Gading Berstatus Kritis, Ini Langkah Pemerintah Indonesia


Rangkong Gading Berstatus Kritis, Ini Langkah Pemerintah Indonesia

Jika pernah berkunjung ke hutan-hutan Sumatera dan Kalimantan puluhan tahun silam, suara khas rangkong gading (Rhinoplax vigil) adalah sesuatu yang tidak mungkin terlewatkan. Namun, kini hanya senyap yang terdengar.

Fenomena silent forest ini tidak bisa dipisahkan dari kondisi populasi rangkong gading yang kian mengenaskan.

Ditemui dalam acara konferensi pers penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rangkong Gading di Jakarta, Kamis (23/11/2017), Ria Saryanthi dari Burung Indonesia berkata bahwa status burung rangkong gading naik dari terancam punah menjadi kritis karena penangkapan dan perburuan liar.

Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa sebanyak 1.389 paruh rangong gading berhasil disita di Indonesia dan lebih dari 2.000 yang diselundupkan ke China, Amerika, dan Malaysia berhasil disita selama tahun 2012 dan 2016.

Namun, bukannya semakin menurun, Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK melihat bahwa angka-angka ini justru meningkat selama tiga tahun terakhir.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia melalui KLHK untuk menyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rangkong Gading.

Penyusunan ini dikerjakan bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Burung Indonesia, Fauna dan Flora Indonesia, Rangkong Indonesia, Yayasan WWF Indonesia, Wildlife Conservation Society  - Indonesia Program, dan Zoological Society of London.

Sebagai tindak lanjut dari usulan pada CITES CoP17 yang diadopsi menjadi Resolusi Conf 17.11 tentang konservasi dan perdagangan ilegal rangkong gading, SRAK Rangkong Gading mencakup semua mandat resolusi, yaitu:

  1. Perlindungan populasi dan habitat rangkong gading
  2. Pengawasan dan penegakan hukum dalam kerangka hukum terpadu
  3. Kerjasama dengan negara yang menjadi habitat dan tujuan perdagangan rangkong gading, seperti Malaysia, Vietnam dan China
  4. Pendidikan dan penyadartahuan masyarakat

Dalam pelaksanaannya, KLHK dan tim penyusun juga telah merencanakan beberapa tindakan konkrit, seperti perhitungan populasi rangkong gading yang masih ada di Indonesia dan pembangunan suaka di salah satu kawasan konservasi di Sintang Kalimantan Barat.

Suaka tersebut direncanakan selesai tahun ini dan mulai beroperasi pada tahun depan.

Lalu, melalui pendidikan dan penyadartahuan, Ir Bambang Dahono Adji, MM, Msi selaku Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati berharap agar masyarakat turut membantu dalam menjaga dan mengawasi kelangsungan rangkong gading.

 

Sumber: kompas.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 211

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 106

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 70




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Kirim Paket di JNE Sahabat Pake GoPay, Cashback Rp. 5.000

    Kirim paket JNE Sahabat pake GoPay, Cashback Rp. 5.000, Jemput Paket Gratis untuk wilayah Kab. Cirebon.

  2. Belum ada komentar

menu
menu