Home / Artikel / Healthy / Dua Bakteri Super dari Antartika Ini Mengubah Cara Kita Mencari Alien

Dua Bakteri Super dari Antartika Ini Mengubah Cara Kita Mencari Alien


Dua Bakteri Super dari Antartika Ini Mengubah Cara Kita Mencari Alien

Untuk bertahan hidup, manusia setidaknya butuh makanan, minuman, sinar matahari, dan oksigen.

Namun, tampaknya syarat-syarat itu tak berlaku bagi mikroba yang hidup di Antartika. Mereka dapat bertahan hidup hanya dengan mengandalkan energi dari atmosfer, dan mungkin bisa dijadikan petunjuk dalam mengetahui kehidupan alien.

Temuan yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 6 Desember 2017 ini berawal pada tahun 2014 saat tim peneliti dari institusi di seluruh Australia dan Selandia Baru ke pantai Antartika timur. Di sana, mereka mengumpulkan sampel tanah dari dua lokasi bebas es.

Keinginan para peneliti cukup sederhana. Mereka ingin tahu bagaimana kehidupan mikrokopis bertahan dalam lingkungan yang ekstrem. Pasalnya, suhu beku, paparan radiasi UV tinggi, serta karbon, nitrogen, dan air yang terbatas bukanlah tempat hidup yang menyenangkan.

Hampir dua lusin mikroba didapatkan, dan dua bakteri di antaranya belum pernah ditemukan sebelumnya: WPS-2 dan AD3.

"Mereka berada dalam kelimpahan yang sangat tinggi yang tidak pernah diamati sebelumnya," kata Belinda Ferrari, yang memimpin laboratorium mikrobiologi sel tunggal di Universitas New South Wales, seperti dilansir Newsweek pada Sabtu (9/12/2017).

"Jadi, itulah sebabnya kami memutuskan melakukan genomik untuk mendapatkan wawasan tentang apa yang bakteri ini lakukan," lanjutnya.

Rupanya, WPS-2 dan AD3 bertahan hidup dengan mengekstrak energi dan karbon dari hidrogen, karbon monoksida, dan karbon dioksida di udara.

Melalui hasil penelitian ini, para peneliti berharap dapat membuka kemungkinan lain untuk mencari alien.

Sebab, kondisi di Antartika serupa dengan bulan dan eksoplanet tertentu. Selain Antartika, kemiripan dengan planet lain dapat dijumpai pada gunung berapi di Hawaii atau rawa di Ethiophia.

"Pertanyaan besarnya adalah bagaimana mikroba bisa bertahan bila ada sedikit air, tanahnya sangat rendah karbon organik, dan kapasitasnya sangat kecil untuk menghasilkan energi dari matahari melalui fotosintesis selama kegelapan musim dingin," kata Ferrari.

Dia melanjutkan, kami menemukan bahwa mikroba Antartika telah mengembangkan mekanisme untuk hidup di udara.

Kedua mikroba itu punya gen kunci yang memungkinkan mereka punya “afinitas” tinggi terhadap hidrogen dan karbon monoksida. Secara fisiologi, mereka dapat menyedot apapun jejak gas yang dibutuhkan di udara, dan dengan cepat mengubahnya menjadi energi.

Dengan adanya kedua mikroba ini, para peneliti berkata bahwa meskipun fokus kita kini tertuju pada Mars, bulan penuh es seperti Enceladus dan Europa yang kondisinya mirip dengan Antartika layak untuk dijadikan alternatif dalam mencari alien.

 

Sumber: kompas.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 238

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 120

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 81




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Kuliah di Kampus Umar Usman, Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha

    Kampus BisnisUmar Usman, Program Profesional 1 Tahun (D1) Mencetak Entrepreneur Berkarakter, Lets Join Us!

  2. Belum ada komentar

menu
menu