Home / Artikel / Hewan dan Tumbuhan / Asal-Usul Kucing Australia

Asal-Usul Kucing Australia


Asal-Usul Kucing Australia

Dalam skala besar negara Australia, predator invasif (spesies yang bukan spesies asli tempat tersebut, yang secara luas memengaruhi habitat yang mereka invasi), seperti kucing liar (feral cats) telah menyebabkan penurunan sebanyak 43 spesies vertebrata asli Australia, dan kepunahan sekitar 22 spesies lainnya. Namun, yang jadi masalah adalah saat ini kita masih belum benar-benar mengetahui kapan dan darimana para penjajah ini datang. Oleh karena itu, para peneliti kemudian mencoba untuk menganalisis DNA dari ratusan kucing feral untuk mencari tahu apakah mereka mungkin keturunan dari kucing-kucing yang datang dari Eropa di abad ke-19 menggunakan kapal, atau mungkin juga merupakan kucing yang datang pada gelombang kedua, yaitu dari Asia. Penemuan ini selanjutnya dipublikasikan dalam BMC Evolutionary Biology yang terbit minggu ini.

Tidak seperti stray cats (kucing rumah yang ditinggalkan oleh pemiliknya) yang menggantungkan hidup pada manusia atau mencari makan di tempat-tempat sampah, kucing feral hidup di alam bebas dan tidak berinteraksi dengan manusia. Mereka berkembang biak dalam jumlah yang sangat banyak. Bersamaan dengan adanya domestikasi (pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia), kucing (Felis silvestris catus) merupakan salah satu hewan yang sering dibawa oleh orang-orang di seluruh dunia. Terutama di awal tahun 1800-an, dimana kucing secara aktif dibawa bersama dengan kapal layar para penjelajah, pemburu anjing laut, pemburu paus, pemburu kerang, dan para penjajah, baik sebagai hewan peliharaan maupun sebagai hewan pengendali binatang pengerat.

Jadi, masuk akal apabila kucing dibawa ke Australia oleh para pemukim Eropa di akhir abad ke-18 dan abad ke-19. Meskipun terdapat dugaan lain yang menyatakan, mungkin kucing-kucing ini memang sudah ada sebelum datangnya para pemukim Eropa: kapal-kapal yang karam di Australia Barat pada tahun 1600-an atau bersama dengan para pemanen teripang asal Malaysia (disebut trepangers) di bagian utara Australia sekitar tahun 1650.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Katrin Koch dari Senckenberg Biodiversity and Climate Research Centre menganalisa DNA dari bulu, darah, dan sampel jaringan dari 269 kucing feral (liar) dan kucing liar (stray) yang terdapat di enam daratan Australia dan tujuh lokasi pulau, termasuk di dekat Christmas Island dan Cocos (Keeling) Island. Kemudian mereka membandingkan sampel-sampel ini dengan sampel yang berasal dari Asia Tenggara dan Eropa.

Para peneliti menemukan bahwa asal-usul yang paling memungkinkan dari kucing liar di Australia adalah kucing yang datang dari Eropa pada abad ke-19. Sisa-sisa dari genom kucing yang pada zaman dahulu pernah diteliti masih dapat ditemukan pada kucing yang terdapat di pulau-pulau terpencil Australia. Di sisi lain, sampel yang diambil dari daratan utama Australia berbeda dengan sampel yang dikumpulkan pada Dirk Hartog, Flinders, Tasman, dan Cocos (Keeling) Island. Sementara pulau-pulau di sekitar Australia memiliki ciri-ciri kucing yang sama seperti para kucing pendahulu, masuknya kucing domestik ke dalam populasi kucing feral masih terjadi di daratan Australia. Selain ditemukannya bukti bahwa kucing Australia berasal dari kucing Eropa, tim juga menemukan adanya kemungkinan kalau kucing-kucing tersebut juga memiliki kaitan dengan kucing yang datang dari Asia.

Pada awal musim panas ini, pemerintah Australia mengumumkan bahwa sebanyak dua juta kucing liar (feral cats) akan dimusnahkan untuk menyelamatkan satwa liar yang terancam di negara itu.

 

Sumber: bagikertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 220

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 111

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 75




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Diskon 50% APD dan Masker, JNE Express

    Diskon 50% APD (JTR) dan Masker (OKE) ke Seluruh Pulau Jawa dan Bali.. Max. 5kg. Walk in Interview di Sales Counter

  2. Belum ada komentar

menu
menu