Home / Artikel / Hewan dan Tumbuhan / Nyamuk Jantan Adalah Bukti Kelemahan Nyamuk

Nyamuk Jantan Adalah Bukti Kelemahan Nyamuk


Nyamuk Jantan Adalah Bukti Kelemahan Nyamuk

Sebuah senjata baru telah ditemukan dalam upaya untuk mengendalikan perkembangbiakan nyamuk: frekuensi suara yang tidak dapat ditolak oleh nyamuk jantan. Menangkap nyamuk jantan tidak akan menghentikan gigitan nyamuk secara langsung, tetapi dapat membantu kita melacak jika terdapat spesies berbahaya di  suatu daerah, dan membantu program yang mengandalkan pelepasan nyamuk jantan yang telah disterilisasi untuk mencegah perkembangbiakan generasi nyamuk penghisap darah berikutnya.

Nyamuk aedes aegypti membawa demam berdarah dan yellow fever. Seperti spesies nyamuk penghisap darah lainnya, hanya nyamuk betina yang menggigit. Nyamuk betina membutuhkan protein yang terdapat di dalam darah vertebrata untuk mengembangkan telur mereka. Nyamuk jantan dan nyamuk betina tidak mengembangbiakkan telur mereka pada nektar dan tanaman gula. Menangkap begitu banyak nyamuk jantan sehingga membuat nyamuk betina tidak dapat berkembang biak adalah hal yang hampir mustahil, karena itu sebagian besar perhatian difokuskan untuk menjebak nyamuk betina, terutama yang siap untuk menggigit.

Namun, menurut Profesor Scott Ritchie dari James Cook University, menangkap nyamuk jantan adalah sesuatu yang berguna juga, dan lebih mudah. Ritchie adalah asisten penulis makalah Journal of Medical Entomology yang meneliti tentang cara membuat perangkap nyamuk dengan lebih baik.

"Nyamuk jantan dari sebagian besar spesies nyamuk menggunakan indera pendengaran mereka yang luar biasa sensitif untuk mendeteksi dan menemukan nyamuk betina dengan cara mengenali suara terbang unik yang berasal dari nyamuk betina," tulis Ritchie dan asisten penulis Brian Johnson.

Seekor nyamuk aegypti betina memiliki frekuensi suara sekitar 484 hertz, sehingga frekuensi ini sangat menarik bagi nyamuk jantan (sayangnya suara ini sangat familiar bagi orang yang mencoba tidur di daerah tropis). Ritchie dan Johnson menempatkan jerami yang telah dicampur dan air pada empat perangkap di dalam tenda dan menempelkannya pada speaker yang menghasilkan frekuensi suara sebesar 484 hertz, 560 hertz, 715 hertz (frekuensi nyamuk jantan ketika sedang terbang), dan dalam kondisi diam. Perangkap nyamuk kemudian dirotasi pada lokasi yang berbeda untuk memastikan bahwa perangkap tersebut berhasil karena suara yang dihasilkan, bukan karena tempat dimana speaker itu diletakkan. Ritchie mengatakan pada IFLScience bahwa perangkap tersebut bisa saja mengandung insektisida untuk membunuh nyamuk, perekat untuk menjebak mereka, atau lapisan minyak tipis yang akan menempel pada sayap mereka sehingga mencegah mereka melarikan diri.

Dalam setiap kesempatan, sebanyak 30 nyamuk jantan dan sebanyak 30 nyamuk betina dilepaskan di dekat perangkap. Dalam waktu dua jam, jebakan dengan frekuensi 484 hertz telah berhasil menangkap sekitar 95% nyamuk jantan. Perangkap 560 hertz menunjukkan suatu hasil, menangkap sekitar setengah dari nyamuk jantan, sementara dua perangkap lainnya hampir kosong. Sebuah percobaan lanjutan dilakukan untuk menguji perangkap yang ditempatkan pada kandang besar dengan sekitar 1.000 ekor nyamuk dari kedua jenis kelamin di dalamnya, dan hasilnya sama, walaupun dengan kondisi lapangan yang ada, perangkap berfrekuensi 484 hertz dapat menangkap nyamuk jantan dua kali lebih banyak.

Di sisi lain, nyamuk betina terlihat tidak tertarik pada perangkap dengan frekuensi suara dibandingkan dengan perangkap dalam kondisi diam. Rupanya suara yang dihasilkan nyamuk jantan tidak memiliki daya tarik bagi nyamuk betina, yang mungkin saja nyamuk jantan tersebut sedang mengejar nyamuk betina.

Ritchie menjelaskan kepada IFLScience bahwa walaupun perangkap yang ada telah efektif, mereka masih bergantung pada penggunaan kipas angin untuk menyedot nyamuk agar masuk ke dalam perangkap, dan memerlukan, baik itu daya listrik maupun baterai, untuk menyala. Di sisi lain, speaker yang menghasilkan suara pada tingkat kebisingan yang hampir tidak terdengar pada telinga manusia, dapat dinyalakan dengan baterai jam tangan, membuka peluang untuk menempatkan perangkap nyamuk di lokasi yang kecil.

 

Sumber: bagikertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 244

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 129

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 85




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Kirim Paket di JNE Sahabat Pake GoPay, Cashback Rp. 5.000

    Kirim paket JNE Sahabat pake GoPay, Cashback Rp. 5.000, Jemput Paket Gratis untuk wilayah Kab. Cirebon.

  2. Belum ada komentar

menu
menu