Home / Artikel / Hewan dan Tumbuhan / Virus Ini Telah Membunuh Jutaan Bintang Laut

Virus Ini Telah Membunuh Jutaan Bintang Laut


Virus Ini Telah Membunuh Jutaan Bintang Laut

Para ilmuwan telah mengidentifikasi pelaku mematikan yang bertanggung jawab dalam sebuah penyakit misterius yang telah membunuh jutaan bintang laut di sepanjang pantai Pasifik Amerika Utara, dari Baja California sampai bagian selatan Alaska.

Penyakit ini menyebabkan anggota badan bintang laut terlepas dari tubuh mereka dan organ dalam keluar melalui kulit mereka. Para peneliti mengatakan penyakit ini bisa memicu pergolakan ekologis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebuah surat kabar, diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences, mengidentifikasi penyakit tersebut sebagai Sea Star Associated Densovirus (SSaDV), jenis parvovirus yang umumnya ditemukan pada invertebrata, dan memberikan analisis tentang genom virus baru yang lazim ditemukan dalam simtomatik bintang laut.

"Ada 10 juta virus dalam setetes air laut, sehingga menemukan virus yang terkait dengan penyakit di dalam laut bisa seperti mencari jarum di tumpukan jerami," kata Ian Hewson.

"Hal ini tidak hanya sekadar penemuan penting tentang virus yang terlibat dalam kematian massal invertebrata laut, tetapi juga merupakan virus yang pertama kali dijelaskan terkait bintang laut."

Virus ini kemungkinan hanya mendapat sedikit perhatian selama bertahun-tahun, kata Hawson. Virus tersebut hadir di museum sampel bintang laut yang dikumpulkan pada tahun 1942, 1980, 1987, dan 1991, dan mungkin telah naik ke tingkat epidemi dalam beberapa tahun terakhir karena bintang laut mengalami kelebihan populasi, perubahan lingkungan, atau mutasi dari virus. Air laut, plankton, sedimen, dan filter air dari akuarium publik, landak laut, dan brittle stars juga mengandung virus.

Percobaan Abad Ini

Penemuan ini meninggalkan sebuah tugas untuk memahami bagaimana virus dapat membunuh bintang laut dan apa yang menjadi memicu terjadinya wabah.

Dampaknya akan besar, kata Drew Harvell, profesor ekologi dan evolusi biologi dan juga seorang rekan penulis surat kabar. Sebagai predator yang rakus di dasar laut, bintang laut adalah spesies "kunci" yang memiliki peran besar dalam menjaga keragaman suatu ekosistem.

"Ini adalah sebuah eksperimen di abad ini demi ekologi laut," katanya. "Penyakit ini terjadi dalam skala besar pada predator yang paling penting di tidal zone dan sub-tidal zone. Hilangnya mereka adalah sebuah eksperimen dalam pergolakan ekologis yang belum pernah kita lihat."

"Wabah terbaru dari kemusnahan bintang laut akibat penyakit di pantai barat Amerika Serikat telah menjadi perhatian bagi warga pesisir dan ekologi kelautan," kata David Garrison, direktur program National Science Foundation’s Division of Ocean Sciences. "Penelitian ini, yang didukung sebagai penghargaan atas respon cepat, telah membuat kontribusi yang signifikan dalam memahami penyakit ini."

Secara geografis beragam sampel mengenai penyakit bintang laut telah dikumpulkan oleh para ilmuwan sipil, akuarium penelitian, dan lembaga akademis di Pantai Barat.

 

Sumber: blogkertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 211

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 106

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 70




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Size Inn Hotel Cirebon, Low Budget 3-Stars Hotel

    Hotel nyaman dengan Lokasi strategis ditengah pusat kota Cirebon, dekat dengan shopping center, CSB dan Grage Mall

  2. Belum ada komentar

menu
menu