Home / Artikel / Healthy / Leher Sering Tegang Tanda-tanda Kolesterol Tinggi, Benarkah?

Leher Sering Tegang Tanda-tanda Kolesterol Tinggi, Benarkah?


Leher Sering Tegang Tanda-tanda Kolesterol Tinggi, Benarkah?

Jakarta - Banyak yang berpendapat bahwa leher tegang dan sakit kepala merupakan tanda kolesterol tinggi. Benarkah demikian?

Menurut fakta dunia medis, tidak ada hubungan langsung antara leher tegang dan sakit kepala dengan kadar kolesterol di dalam darah. Pasalnya, kedua keluhan tersebut bisa dialami oleh siapa saja. Baik orang dengan kadar kolesterol tinggi, normal, maupun rendah.

Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr. Ervina Hasti W, mengatakan kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Meski kadang penderita kolesterol tinggi mengeluhkan beberapa hal seperti leher tegang, kram, kesemutan, sakit kepala, dan pegal pada tengkuk serta pundak.

"Namun karena penyakit kolesterol tinggi biasanya tidak memiliki gejala apa pun, maka dari itu tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksi kadar kolesterol darah," ujar dr. Ervina kepada detikHealth, Senin (4/3/2019).

Menurut dr. Ervina, kolesterol tinggi disebabkan oleh dua faktor, yakni faktor genetik sebagai faktor di luar kendali dan faktor pola makan sebagai faktor yang dapat dikendalikan. Makanan yang tidak sehat seperti yang mengandung banyak lemak jenuh merupakan salah satu pencetus kolesterol tinggi.

"Selain itu, juga disebabkan oleh obesitas dan gaya hidup yang tidak sehat seperti jarang berolahraga, merokok, konsumsi alkohol," sambung dr. Ervina.

Untuk mengontrol kadar kolesterol, dr. Ervina menyarankan untuk menerapkan pola hidup dengan 7 langkah tangkal kolesterol, yakni teratur periksa kolesterol, awasi asupan dan pola makan, nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, giat berolahraga, kendalikan berat badan dan hindari stres, serta lengkapi dengan minum Nutrive Benecol 2 kali sehari.

Nutrive Benecol merupakan nutrisi untuk penderita kolesterol yang teruji klinis menurunkan kolesterol 7 sampai 10% jika dikonsumsi rutin selama 2 sampai 3 minggu karena mengandung Plant Stanol Ester (PSE).

"PSE dapat membantu menurunkan kolesterol jahat karena dapat mencegah kolesterol dari makanan terserap tubuh. Telah teruji klinis dengan mengkonsumsi PSE, jumlah kolesterol yang berasal dari makanan yang terserap hanya sekitar 20%," pungkas dr. Ervina.

 

Sumber: detik.com







Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu