Home / Artikel / Food / Pola Makan Buruk Jadi Penyebab Kematian yang Tinggi di Dunia

Pola Makan Buruk Jadi Penyebab Kematian yang Tinggi di Dunia


Pola Makan Buruk Jadi Penyebab Kematian yang Tinggi di Dunia

Setidaknya satu dari enam kasus kematian, disebabkan oleh pola makan yang buruk. Bahkan menurut peneliti, pola makan buruk lebih berbahaya dibandingkan rokok.

Jarang makan sayuran, buah, gandum, dan makanan berserat mungkin terdengar sepele. Tapi menurut penelitian terbaru, hal ini bisa menyebabkan kematian yang fatal.

"Pola makan yang buruk, dapat memberikan peluang untuk membunuh diri kita sendiri. Kita adalah apa yang kita makan," ungkap Dokter Ashkan Afshin, yang menerbitkan hasil penelitiannya di Lancet Medical Journal, dilansir dari Daily Mail UK (04/04).

 

Lewat penelitiannya, ia menemukan bahwa 15% dari penyebab kematian di Inggris, atau sekitar 89.900 kematian per tahunnya disebabkan oleh pola makan yang buruk. Hal ini berbanding tipis dengan kasus kematian karena merokok, yang tercatat sekitar 96.600 kematian.

Tak hanya itu, organisasi Tam Fry of the National Obesity Forum juga menjelaskan hal yang sama.

"Kita sudah mengetahui selama bertahun-tahun, bahwa makanan apa yang orang makan bisa membunuh mereka. Tapi pemerintah tidak melakukan apapun, untuk memperhatikan pesan ini," ungkap perwakilan organisasi tersebut.

Sementara para peneliti dari University of Washington, Amerika, mengatakan bahwa sebagian besar kasus kematian yang berhubungan dengan pola makan, berhubungan dengan serangan jantung, diabetes, hingga kanker.

Data ini diperkuat dengan adanya stastistik resmi, tentang banyak orang dewasa yang masih tidak mau mengonsumsi buah dan sayuran. Tapi pertumbuhan junk food, atau makanan yang kurang sehat terus meningkat pesat.

Setidaknya ada lebih dari 5.800 restoran yang dibuka dalam waktu kurang dari empat tahun. Menyebabkan sepertiga populasi anak-anak, memiliki berat badan yang berlebih.

Lalu data kematian dari Cambridge University menemukan bahwa, ada lebih dari 127 kematian yang disebabkan oleh makanan, dari 100.000 kematian di Inggris pada tahun 2017. Kemudian di Amerika kasus kematian ini mencapai 171, dari 100.000 kasus kematian. Disusul dengan China sebesar 350 kasus kematian, dan Afghanistan yang memiliki kasus 892 kematian karena makanan.

"Lewat penelitian ini menegaskan kebenaran yang menyedihkan, bahwa pola makan yang buruk, merupakan penyebab kematian dalam jumlah yang besar. Dibandingkan faktor risiko lain di dunia," tutur Tracy Parker selaku perwakilan dari British Heart Foundation.

Penyebab kematian yang berhubungan dengan makanan ini, telah terbukti secara ilmiah. Menurut Dokter Anna Diaz Font, dari World Cancer Research Fund. Ia menemukan bahwa pola makan yang buruk, dapat meningkatkan risiko terserang kanker dan juga obesitas. Hal ini juga bisa menambah risiko terserang 12 jenis kanker.

 

Sumber: detik.com







Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu