Home / Artikel / Antariksa / Berapa Lama Waktu yang Kita Punya Sebelum Alam Semesta Hancur?

Berapa Lama Waktu yang Kita Punya Sebelum Alam Semesta Hancur?


Berapa Lama Waktu yang Kita Punya Sebelum Alam Semesta Hancur?

Nah, bersyukurlah untuk hal ini. Sebuah studi terbaru menyimpulkan bahwa alam semesta, menurut salah satu teori, tidak akan berakhir dalam 2,8 miliar tahun lagi, bahkan alam semesta bisa bertahan hingga, yah, tidak terbatas.

Pernyataan ini mungkin terdengar agak konyol. Namun, ada ilmu pasti dibalik hal ini. Dalam sebuah penelitian yang tersedia di arXiv, para peneliti telah menyelidiki sebuah skenario yang dinamakan “Big Rip” scenario, dimana alam semesta sudah terlalu luas sehingga ruang dan waktu mengalami kehancuran. Penelitian ini dilakukan oleh Jacob Aron untuk New Scientist.

Kita mungkin sadar bahwa semakin hari, kecepatan meluas alam semesta semakin bertambah. Kita dapat mengetahui hal ini berkat pengamatan supernova. Big Rip theory adalah salah satu dari beberapa teori yang membahas tentang akhir alam semesta. Teori ini menunjukkan bahwa suatu saat ekspansi akan meningkat begitu cepat hingga semua jarak di alam semesta akan menjadi tak terbatas. Dengan demikian, ketika semua materi hancur, maka segala sesuatu yang kita ketahui akan menghilang.

Terjadinya Big Rip tergantung pada besarnya kekuatan misterius di alam semesta, yang dinamakan dark energy. Jika jumlahnya meningkat, Big Rip bisa terjadi. Namun jika tidak, maka teori akhir alam semesta lain, seperti Big Crunch, yaitu semacam kebalikan dari teori Big Bang, atau Heat Death scenario akan mungkin terjadi.

Jadi para peneliti memutuskan untuk mencari tahu, jika teori Big Rip benar, kapan hal itu akan terjadi. Selain data tentang dark energy, mereka juga mempelajari tingkat ekspansi dari galaksi dan supernova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Rip akan terjadi minimal pada 1,2 kali usia alam semesta, atau sekitar 2,8 miliar tahun dari sekarang. Sebelumnya, para peneliti memperkirakan teori Big Rip akan terjadi 22 miliar tahun lagi.

"Kita aman," kata asisten penulis Diego Sáez-Gómez kepada New Scientist. Namun, tentu saja kita juga harus berhadapan dengan akhir matahari pada 5 miliar tahun lagi, dan menyatunya galaksi Bima Sakti dengan galaksi Andromeda pada 4 miliar tahun ke depan.

Batas maksimal untuk skenario Big Rip adalah "tak terhingga," yang berarti Big Rip tidak pernah terjadi, dan bisa jadi alam semesta akan hancur sesuai dengan Heat Death scenario, dimana segala sesuatunya menjadi begitu tersebar hingga bintang dan objek lainnya tidak dapat terbentuk lagi.

Jadi untuk saat ini, kita bisa tenang karena bumi tidak akan hancur akibat alam semesta yang merobek dirinya sendiri dalam waktu dekat. Kita hanya perlu waspada dengan skenario akhir dunia lainnya, seperti asteroid pembunuh (killer asteroid).

 

Sumber: bagikertas.blogspot.co.id



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 227

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 114

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 78




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Diskon 50% APD dan Masker, JNE Express

    Diskon 50% APD (JTR) dan Masker (OKE) ke Seluruh Pulau Jawa dan Bali.. Max. 5kg. Walk in Interview di Sales Counter

  2. Belum ada komentar

menu
menu