Home / Humor / Cerita Humor Dewasa / Harga Apel Termahal

Harga Apel Termahal


Harga Apel Termahal

Orang ini mengemudi di sepanjang jalan di sebuah pertanian. Sepanjang sisi jalan ia melihat tanda: "Apel, Rp. 50.000 sebutir."

Jadi dia menepi ke sisi jalan dan bertanya kepada petani mengapa apel itu sangat mahal. Petani mengatakan, "Yah, ini adalah apel selai kacang dan agar-agar." Jadi orang itu membeli satu. Dia mengatakan, "Apel ini rasanya hanya seperti jelly, di mana rasa selai kacang?"

Petani mengatakan, "Putar apel itu dan gigitlah di sisi lain." dan benar saja, sisi lain terasa seperti selai kacang.

Jadi dia melanjutkan perjalanannya dan di sepanjang sisi jalan ia melihat tanda lain: "Apel, RP.100.000 sebutir."

Jadi dia keluar dan bertanya mengapa petani apel ini sangat mahal.

"Ini adalah apel daging dan keju," kata petani.

Jadi orang ini membeli satu. Apel terasa seperti daging, sehingga ia bertanya kepada petani.

Petani itu berkata, "Balikkan apel itu dan Anda akan merasakan keju."

Kemudian dia mengemudi di jalan lagi dan ia melihat tanda lain: "Apel, Rp.300.000 sebutir."

Jadi dia penasaran dan bertanya petani, "Ada apa dengan apel ini. Mengapa menjadi begitu mahal?"

Petani mengatakan kepadanya bahwa ini adalah apel pussy. Jadi orang yang membeli satu. Dia mengambil menggigit ke apel dan mengatakan,

"Apel ini rasanya seperti kotoran manusia!"

Dan petani mengatakan, "Putar dan digit di sisi satunya!"

 

Sumber: ketawa.com



Humor Lainnyahumor lainnya

Risleting Pak Guru Terbuka

access_time11 November 2018 folder_open 273

Memantul-mantul di Perut Ayah

access_time23 Maret 2019 folder_open 25

Tidak Lulus Ujian SIM Selama 4 Tahun

access_time15 November 2016 folder_open 1.021

Informasi Artikelartikel lainnya

Pentingnya Jaga Kebersihan Agar Terhindar dari Hepatitis A

access_time 21 Juli 2017 10:49:19 folder_open 318

Mengapa Ponsel Tidak Boleh Digunakan di Pesawat dan Pom Bensin?

access_time 28 Agustus 2017 15:26:56 folder_open 189




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu