Home / News / Internasional / Ini Alasan Simbol Nazi Dilarang di Berbagai Negara

Ini Alasan Simbol Nazi Dilarang di Berbagai Negara


Ini Alasan Simbol Nazi Dilarang di Berbagai Negara

Jurnalis sekaligus aktivis HAM Dandhy Laksono kembali menyita perhatian publik. Setelah sempat ditangkap karena diduga melakukan provokasi soal Papua, Dandhy kembali tersandung isu miring ketika potret lawasnya beredar di media sosial.

Menilik unggahan foto dari akun @absolutia, sutradara film 'Sexy Killers' itu tampak berpose 'hormat' ala Nazi dengan latar belakang Gedung Parlemen Jerman (Reichstag). Foto Dandhy Laksono kemudian memicu perdebatan hebat di kalangan netizen.

Seperti diketahui pose atau tanda hormat ala Nazi ini memang telah dilarang sejak Perang Dunia II berakhir. Menurut sejarahnya, hormat Nazi atau hormat Hitler adalah tanda isyarat yang dipakai sebagai sebuah penyambutan di Jerman Nazi.

Hormat tersebut ditampilkan dengan mengangkat tangan kanan dari leher ke udara dengan tangan melencang. Biasanya, orang yang memberikan hormat tersebut akan berkata "Heil Hitler!" (Salam Hitler!), "Heil, mein Führer!" (Salam, pemimpinku!), atau "Sieg Heil!" (Salam kemenangan!).

Hormat tersebut diadopsi pada 1930-an oleh Partai Nazi untuk tanda penghormatan kepada pemimpin partainya, Adolf Hitler, dan untuk menjayakan negara Jerman, serta sebagai upaya membangkitkan semangat pasukan perang Jerman.

Penggunaan hormat Nazi sekarang dianggap sebagai tindak kejahatan di Jerman, Slowakia, dan Austria. Di Kanada, Republik Ceko, Prancis, Belanda, Swedia, Swiss dan Rusia, hormat tersebut dianggap tindakan kebencian ilegal yang dipakai untuk memajukan ideologi Nazi.

Keseriusan pemerintah Jerman dalam melarang penggunaan hormat Nazi juga ditunjukkan saat melakukan penangkapan terhadap dua turis asal China pada 2017 silam.


Dilansir Okezone dari SCMP, Jumat (4/10/2019), keduanya sama-sama nekat seperti Dandhy Laksono yang memperagakan pose hormat Nazi di depan gedung Reichstag. Kepolisian Berlin langsung melakukan tindakan tegas saat melihat dua orang pria tengah mengabadikan pose tersebut.

Disebutkan bahwa kedua turis itu ditangkap dengan tuduhan menggunakan simbol organisasi ilegal. Mereka akhirnya dilepas setelah membayar denda senilai 500 Euro atau setara dengan Rp7,7 juta per orang.

Pemerintah Jerman telah mengeluarkan kebijakan yang sangat ketat untuk kasus ujaran kebencian dan penggunaan simbol-simbol yang berkaitan erat dengan Adolf Hitler.

 

Sumber : Okezone.com, penulis : Dimas Andhika Fikri







Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Wahana, Jasa Ekspedisi Termurah Segalaksi

    Wahana Express melayani kiriman paket dan dokumen dengan tarif murah. Temukan agen terdekat kami di kota Anda

  2. Belum ada komentar

menu
menu