Home / News / Teknologi / Kejahatan Siber Merebak, Ini Tips Aman Transaksi Keuangan Digital

Kejahatan Siber Merebak, Ini Tips Aman Transaksi Keuangan Digital


Kejahatan Siber Merebak, Ini Tips Aman Transaksi Keuangan Digital

 

Ancaman kejahatan terhadap transaksi keuangan digital berpeluang semakin meningkat sejalan dengan minimnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber. Head of Digital Banking BTPN Irwan pun memaparkan berbagai tips yang dapat diterapkan untuk meminimalisir kejahatan tersebut.

Pertama, hindari melakukan transaksi dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN) dan WiFi. Pasalnya, data pribadi bisa dicuri dan digunakan secara ilegal oleh orang lain jika menggunakan Wifi/VPN. Irwan menyarankan transaksi dilakukan dengan menggunakan paket data pribadi.

Kedua, perhatikan alamat website ketika ingin bertransaksi secara digital. “Di sudut kiri atas ada gembok atau tidak ada gemboknya. Biasanya yang ada gemboknya lebih aman daripada yang tak ada gemboknya,” jelas Irwan dalam acara Jenius x Blibli.com Jornalist Focus Group Discussion pada Kamis (7/11).

Ketiga, mengatur limit transaksi. Digitalisasi dapat memudahkan pengguna untuk membatasi setiap transaksi sesuai dengan yang diinginkan. Irwan menjelaskan, ia dapat membuat batasan untuk transaksi kedua dan selanjutnya. Jika terdapat oknum yang ingin menggunakan akun perbankan secara sembarangan, maka akan terhalang dari limit transaksi tersebut.

Keempat, senantiasa memantau notifikasi dari setiap transaksi. Jika dikirimkan notifikasi dari transaksi yang tidak diketahui maka harus cepat untuk bertindak, baik memblokir atau menghubungi pihak bank yang bersangkutan.

Selain itu, Irwan juga menyarankan untuk menggunakan email dan password yang berbeda untuk masing-masing kebutuhan. “Khususnya untuk perbankan, keamanan adalah yang utama. Jika terjadi sesuatu, seperti data tersebar, meminimalisir risiko untuk akun lainnya karena email dan password berbeda,” ujarnya. Berkaitan dengan password, Irwan juga berpandangan pentingnya mengganti PIN dan password secara berkala. Sebagai contoh ketika sedang mengetik, mungkin terdapat oknum yang bisa membaca gerakan jari hingga mengetahui PIN.

Mengetahui pentingnya keamanan siber menjadi penting karena kejahatan transaksi digital terus meningkat. Manager Information Security Ricky Setiadi mengutip dari magneto.com menyatakan target dari kejahatan siber terbesar di dunia terjadi di sektor e-commerce sebesar 32,4% dan perbankan sebesar 25,7%. Berdasarkan riset dari CfDS, kasus penipuan terhadap pengguna layanan e-commerce dan perbankan digital di Indonesia mencapai 1.507 kasus yang terdiri dari kasus penipuan berbasis daring sebanyak 1.404 kasus dan intrusi ke surel sebanyak 103 kasus.

Motif kejahatan yang terjadi kerap digunakan untuk mempromosikan suatu program (promotion program), mengambil poin yang dimiliki nasabah (redeem from reward point), hingga pengambilalihan akun (account exploitation/take over). Kejahatan siber tersebut perlu menjadi perhatian mengingat jumlah pelanggan e-commerce mencapai 30 juta pada 2017. Angka ini pun akan meningkat seiring dengan bergesernya pola hidup masyarakat dari retailing menjadi e-tailing. Selain itu, sistem pembayaran juga semakin memudahkan bertransaksi, seperti fast phase click and buy.

 

Sumber : Katadata.co.id 
Penulis: Dwi Hadya Jayani
Editor: Ratna Iskana

 



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 211

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 106

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 70




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Wahana, Jasa Ekspedisi Termurah Segalaksi

    Wahana Express melayani kiriman paket dan dokumen dengan tarif murah. Temukan agen terdekat kami di kota Anda

  2. Belum ada komentar

menu
menu