Home / News / Teknologi / Anchor TV Ini Bukan Manusia Tapi Virtual

Anchor TV Ini Bukan Manusia Tapi Virtual


Anchor TV Ini Bukan Manusia Tapi Virtual

 

Ketakutan sejumlah pihak akan perkembangan artificial intellegence (AI) atau kecerdasan buatan yang akan menggantikan sejumlah peran manusia semakin terbukti.

Paling tidak ini terlihat dari peluncuran presenter TV virtual dari kantor berita China, Xinhua News. Presenter TV tersebut hadir dengan setelan jas keren dan bersuara robot. Xinhua News mengklaim presenter itu "dapat membaca teks secara alami layaknya pembaca berita profesional", meskipun tidak semua orang setuju.

"Halo, Anda menonton program berita bahasa Inggris," kata presenter itu mengenakan berbahasa Inggris pada awal laporan pertamanya, seperti dilansir dari BBC News, Jumat (9/11/2018).

Sogou, mesin pencari (search engine) China, terlibat dalam pengembangan sistem tersebut.

"Saya akan bekerja tanpa lelah untuk membuat Anda mendapat informasi. Teks akan diketik ke dalam sistem Saya tanpa gangguan," tambah presenter itu dalam video pengantarnya. "Saya bersemangat untuk membawakan Anda pengalaman berita baru."

Ada juga versi pembaca berita virtual berbahasa China dengan wajah yang berbeda.

Xinhua mengatakan para presenter dapat "bekerja" 24 jam sehari di situs web dan saluran media sosial, dan mampu "mengurangi biaya produksi berita". Xinhua menyebut bahwa presenter virtual ini kemungkinan akan sangat berguna untuk membacakan laporan berita secara tepat waktu .

Sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) digunakan untuk menyamakan suara-suara, gerakan bibir dan ekspresi para presenter. Mereka dsama persis dengan presenter Xinhua yang asli. Sistem ini berbeda dengan model digital 3D manusia.

Presenter-presenter itu diupayakan untuk tampil sepenuhnya alami, kata Michael Wooldridge di Universitas Oxford. Tetapi "Ini cukup sulit untuk ditonton lebih dari beberapa menit. Ini sangat datar, sangat cepat, itu tidak memiliki ritme, kecepatan atau penekanan," kata Profesor Wooldridge.

Dia menyatakan secara tradisional, presenter manusia menjadi figur publik yang sangat dipercaya. "Jika Anda hanya melihat animasi, Anda benar-benar kehilangan koneksi ke anchor," tambahnya.

Namun Noel Sharkey, profesor emeritus kecerdasan buatan dan robotika di Universitas Sheffield menyebut terobosan ini "upaya pertama yang baik". Kelemahannya adalah pembawa berita AI ini bisa sangat membosankan.

 

Sumber : cnbcindonesia.com/Rehia Sebayang



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Jorge Lorenzo Puji Bali Setinggi Langit

access_time03 Desember 2019 18:14:04

Erick Thohir Heran Banyak BUMN Punya Hotel

access_time03 Desember 2019 17:43:52

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Kisah Pilu Fikri, Santri "Peramal" Prabowo Jadi Menteri

access_time 29 Oktober 2019 21:48:25 folder_open 125

Gambar Pedesaan atau Gajah yang Pertama Kali Dilihat?

access_time 29 Oktober 2019 21:29:45 folder_open 113

Sejarah Panjang Tupperware, Wadah Favorit Emak-Emak

access_time 29 Oktober 2019 12:24:58 folder_open 103




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Kuliah di Kampus Umar Usman, Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha

    Kampus BisnisUmar Usman, Program Profesional 1 Tahun (D1) Mencetak Entrepreneur Berkarakter, Lets Join Us!

  2. Belum ada komentar

menu
menu