Home / News / Lingkungan / Wabah Serangan Tawon Vespa, Ini Penyebabnya

Wabah Serangan Tawon Vespa, Ini Penyebabnya


Wabah Serangan Tawon Vespa, Ini Penyebabnya

 

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ali Agus, mengatakan wabah tawon vespa affinis yang menyerang beberapa wilayah di Indonesia merupakan sebuah peringatan terganggunya keseimbangan ekosistem. Ketika tawon vespa yang sebenarnya berhabitat di alam liar seperti hutan, tebing, atau padang terbuka masuk ke permukiman warga, itu mengindikasikan rusak atau terancam tempat tinggal alaminya.

Secara alami, tawon vespa biasa bersarang di pohon, lubang pohon, celah batuan atau tebing, dan tempat-tempat yang cenderung terlindung dari pemangsa dan cuaca. Namun sekarang tawon vespa kerap membuat sarang di rumah-rumah warga atau kandang ternak. Jika diamati, tawon vespa juga kerap ditemui di tempat-tempat pembuangan sampah di tengah kota; alih-alih di tengah hutan yang merupakan habitat aslinya.

“Ini sebagai indikasi bahwa cadangan pangan dia untuk ada di sekitar habitat yang seyogyanya itu sudah sangat berkurang. Ini warning bagi kita kalau ekosistem sudah mulai terganggu,” kata Ali Agus ketika ditemui di Fakultas Peternakan UGM, Rabu (27/11).

Peneliti Pusat Studi Lingkungan (PSL) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Sulistyono, menyoroti pertumbuhan populasi tawon vespa yang cukup pesat, seperti di Klaten, Jawa Tengah setahun terakhir. Sulistyono mengatakan ada dugaan kuat pesatnya pertumbuhan populasi tawon vespa karena adanya perubahan iklim.
“Karena suhunya meningkat mungkin metabolisme tawon lebih cepat, sehingga perkembangbiakannya juga semakin cepat,” ujar Sulistyono di PSL USD.

Sulistyono mengatakan saat menyerang musuhnya, tawon vespa memiliki kemampuan yang sangat mengerikan. Tawon vespa akan menyerang musuhnya tanpa ampun secara berkoloni. Ini yang membuat banyak manusia yang menjadi korban serangan tawon vespa hingga meninggal.

“Beberapa yang saya ketahui, itu setelah diserang orangnya muntah darah. Kemudian kencingya berdarah, itu indikasinya gagal ginjal,” kata Sulistyono.

Racun yang disengatkan ke tubuh manusia akan menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui peredaran darah hingga masuk ke ginjal. Jika sudah seperti itu, korban akan sulit diselamatkan meski sudah mendapat pertolongan medis.

Ali Agus mengatakan, tawon vespa sebenarnya memiliki bentuk pertahanan diri dengan cara berkoloni yang mengagumkan. Ketika tawon vespa menyengat manusia, dia akan mengeluarkan zat kimia yang bernama feromon. Feromon ini akan segera menguap sesaat setelah tawon vespa menyengat manusia dan akan mengundang koloni tawon lainnya.

“Aroma feromon ini yang kemudian mengundang seluruh koloninya untuk ikut menyerang dan bisa tercium dari jarak ratusan meter. Itu bentuk persahabatan mereka untuk mempertahankan koloninya,” ujar Ali Agus.

 

Sumber : Kumparan.com



Berita Terbaruberita terbaru lainnya

Jorge Lorenzo Puji Bali Setinggi Langit

access_time03 Desember 2019 18:14:04

Erick Thohir Heran Banyak BUMN Punya Hotel

access_time03 Desember 2019 17:43:52

Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Kisah Pilu Fikri, Santri "Peramal" Prabowo Jadi Menteri

access_time 29 Oktober 2019 21:48:25 folder_open 125

Gambar Pedesaan atau Gajah yang Pertama Kali Dilihat?

access_time 29 Oktober 2019 21:29:45 folder_open 113

Sejarah Panjang Tupperware, Wadah Favorit Emak-Emak

access_time 29 Oktober 2019 12:24:58 folder_open 103




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted TIKI Arjawinangun, Hanya Satu Titipan Kilat

    TIKI, Hanya satu titipan kilat.. Kami hadir lebih dekat, telah hadir TIKI AGEN ARJAWINANGUN, Kab. Cirebon

  2. Belum ada komentar

menu
menu