Home / News / Nasional / Penjelasan Buwas soal Pemusnahan 20.000 Ton Beras Bulog

Penjelasan Buwas soal Pemusnahan 20.000 Ton Beras Bulog


Penjelasan Buwas soal Pemusnahan 20.000 Ton Beras Bulog

 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso angkat bicara mengenai ramainya pemberitaan pemusnahan beras Bulog sebanyak 20.000 ton. Nilai beras yang dimusnahkan itu mencapai Rp 160 miliar dengan asumsi harga rata-rata pembelian di petani Rp 8.000 per kilogram.

Budi Waseso menegaskan, pihaknya tidak bisa sembarangan dalam pemusnahan beras. Menurutnya harus ada rekomendasi termasuk dari Kementerian Pertanian terkait beras yang dianggap sudah mengalami penurunan mutu.
“Tidak berarti secara keseluruhan langsung dibuang, tidak. Sesuai nilai tafsiran laboratorium, BPOM sama Menteri Pertanian,” kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, saat ditemui di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Selasa (3/12).

Buwas menjelaskan, kualitas 20.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu itu tidak sama kondisinya. Ada beberapa opsi yang bakal diambil dari beras tersebut. Salah satunya adalah menjual beras itu dengan harga yang diturunkan karena kualitas juga sudah tidak sesuai standar.

“Terus kita ubah jadi tepung terigu atau juga bisa kita jual untuk pakan ayam diubah. Tentu harganya akan selisih turun, atau yang dinyatakan sama sekali oleh laboratorium sudah tidak layak dikonsumsi baik oleh hewan atau manusia maka akan dimanfaatkan untuk apa? Umpamanya sekarang masih bisa dibuat untuk etanol,” ujar Buwas. 

“Dari hal ini semua karena merupakan CBP maka kita ajukan selisih harga tadi dengan harga jualnya umpama dulu Rp 8 ribu sekarang nilainya Rp 5 ribu ya itu diganti negara,” tambahnya.

Buwas menuturkan bahwa langkah Bulog meminta pemerintah mengganti selisih harga itu bukan berarti pihaknya mengemis. Sebab, kata Buwas, berbagai langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 Tahun 2018 tentang pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.

“Jadi bukan berarti saya meminta, mengemis, bukan. Titik akhirnya di Menkeu karena Menkeu yang membayar. Kemarin Bu Menteri kemarin sudah menyampaikan ini akan dirapatkan, dihitung. Beliau akan diputuskan nilai tadi bisa digunakan atau buat tepung, yang bisa buat pakan ayam atau ternak kita buat, yang tidak bisa sama sekali masih bisa buat etanol. Jadi tidak sama sekali dibuang, tidak,” tutup Buwas.

 

Sumber : Kumparan.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Kisah Pilu Fikri, Santri "Peramal" Prabowo Jadi Menteri

access_time 29 Oktober 2019 21:48:25 folder_open 197

Gambar Pedesaan atau Gajah yang Pertama Kali Dilihat?

access_time 29 Oktober 2019 21:29:45 folder_open 202

Sejarah Panjang Tupperware, Wadah Favorit Emak-Emak

access_time 29 Oktober 2019 12:24:58 folder_open 178




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted JNE Agen Sahabat Arjawinangun Cirebon, FREE PICKUP

    Melayani paket kiriman, pindahan rumah, kiriman motor, dll.. Kami siap jemput paket di Rumah/Kantor Anda.

  2. Belum ada komentar

menu
menu