Home / News / Kesehatan / Wawancara Mahasiswa UB yang Sembuh dari Corona : Musuh Terbesar adalah Stres

Wawancara Mahasiswa UB yang Sembuh dari Corona : Musuh Terbesar adalah Stres


Wawancara Mahasiswa UB yang Sembuh dari Corona : Musuh Terbesar adalah Stres

Mahasiswa Teknologi Industri (TI) Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) Rhesa Haryo Wicaksono adalah warga Kota Malang pertama yang dinyatakan positif Covid-19 atau Corona. Dia dinyatakan positif pada tanggal 17 Maret 2020 dan dinyatakan sembuh pada 21 Maret 2020.

Setelah Rhesa, ada empat pasien positif Corona di Kota Malang. Dua lainnya sudah sembuh, dan dua dalam proses penyembuhan di rumah sakit. Saat ini, mahasiswa semester delapan ini sudah pulang dari rumah sakit dan berada di rumahnya di daerah Buring, Kota Malang. 

Berikut wawancara tugumalang.id, media online partner kumparan bersama Rhesa melalui sambungan telepon, sabtu (4/4).

Bagaimana awal mula Anda masuk rumah sakit?. 
Saya pertama kali masuk rumah sakit tanggal 7 Maret 2020. Ketika itu masih opname biasa. Ketika itu saya di diagnosa sakit paru-paru dan radang. Ketika jalan, saya waktu itu ngos-ngosan. 
Lalu?. 
Selanjutnya saya masuk ICU (Intensive Care Unit) di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) pada tanggal 10 Maret. Sehari setelahnya, saya masuk ruang isolasi. Tapi, ketika itu saya belum tahu kalau saya positif Covid-19. Bahkan, sampai keluar ruang isolasi saya tidak dikasih tahu. Saya dikasih tahu kalau saya pernah positif setelah dinyatakan sembuh.

Di ruang isolasi apakah tidak dapat informasi kalau ada mahasiswa FT UB yang positif?. 
Di ruang isolasi saya memang bisa main handphone. Pada tanggal 17 Maret, pihak UB dan RSSA melakukan konfrensi pers bahwa ada mahasiswa FT UB yang terkena, waktu itu disebut mahasiswa TI (Teknologi Industri) juga, wah ini fix saya, kata saya waktu itu. Tapi kata ibu, tidak usah dipikir, itu bukan kamu. 
Apa tantangan terberat selama kurang lebih 10 hari di ruang isolasi?. 

Bagi pasien positif covid-19, tantangan terberat menurut saya adalah melawan rasa stres. Karena di dalam ruang isolasi, kita tidak bisa bertemu siapa-siapa. Hiburannya hanya handphone. Yang boleh masuk hanya perawat dan dokter. Disitulah ada stres, bosan dan kangen. Kangen keluarga ya, saya tidak punya pacar..hehehe.. 

Sekarang kondisi Anda bagaimana?. 
Kondisi saya setelah dinyatakan sudah negatif sekitar tanggal 21 Maret lalu, sekarang sudah sehat 100 persen, tapi tetap di rumah saja. 
Sebelum dinyatakan positif, Anda ke mana saja?. 
Sekitar seminggu sebelum dinyatakan positif, saya memang sempat ke luar kota yakni ke Surabaya. Saya mengunjungi tiga mal yakni Tanjungan Plaza, Glaxy Mall Surabaya, dan Grand City. Tapi gak tahu saya tertularnya di mana, tapi diduga kuat ketika ke Surabaya itu. 

Ada informasi bahwa Anda tertular ayah Anda yang baru meninggal?. 
Itu tidak benar. Ayah saya memang baru meninggal 3 Maret lalu karena gagal jantung. Ketika dicek di rumah sakit Unair dan RSCM Jakarta, ayah saya negatif Corona.

Pesan bagi orang yang positif Corona dan yang sehat?. 
Bagi yang sakit tetap positif thinking saja, tetap semangat dan banyak berdoa. Sedangkan kalau bagi yang masih sehat rajin-rajin cuci tangan, jaga jarak, dan di rumah saja. Kalau harus kerja tak apa, tapi tetap jaga jarak. 

 

Sumber : Kumparan.com



Artikel Terbaruartikel terbaru lainnya

Covid-19, Vitamin C dan Kekebalan Tubuh

access_time 18 April 2020 10:53:01 folder_open 146

Pengusaha Cantik Asal Semarang yang Pekerjakan Puluhan Difabel

access_time 21 Maret 2020 11:21:55 folder_open 81

Nasihat Habib Jindan Agar Tak Kawatir Soal Rejeki

access_time 14 Maret 2020 11:40:13 folder_open 52




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Kirim Paket di JNE Sahabat Pake GoPay, Cashback Rp. 5.000

    Kirim paket JNE Sahabat pake GoPay, Cashback Rp. 5.000, Jemput Paket Gratis untuk wilayah Kab. Cirebon.

  2. Belum ada komentar

menu
menu