Home / Wondeful Indonesia / Kuliner Nusantara / Sate Maranggi, Minim Bumbu Namun Kaya Rasa

Sate Maranggi, Minim Bumbu Namun Kaya Rasa


Sate Maranggi, Minim Bumbu Namun Kaya Rasa

Sate merupakan santapan yang gampang dijumpai di pelosok Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri khas sate tersendiri. Salah satu sate yang terkenal dari Jawa Barat  adalah sate Maranggi.

Sate Maranggi umumnya terbuat dari bahan daging sapi. Bisa juga dari daging ayam atau kambing. Ciri khas sate Maranggi adalah disajikan tanpa bumbu dengan tambahan irisan tomat, bawang merah plus sambal.

Sebelum sate dibakar, bahan daging sudah terlebih dulu dicampur dengan  bumbu. Bumbu khas Maranggi terdiri dari bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, ketumbar, asam jawa, lada dan gula merah. Teknik memanaskan sate konon lebih mirip cara membuat dendeng.

Menilik sejarahnya, terdapat beberapa versi asal-usul Sate Maranggi. Ada yang menyebutkan sate ini berasal dari daratan Tiongkok. Para pedagang dari sana yang berkunjung dan menetap di Jawa Barat memperkenalkan sajian ini kepada masyarakat setempat. Karena berasal dari tiongkok, sate awalnya terbuat dari bahan daging babi, namun lambat laun dengan masuk dan berkembangnya ajaran Islam, sate mengalami transformasi pada dagingnya, yaitu menjadi daging sapi, ayam atau kambing. Untuk racikan  bumbu tidak megalami perubahan yang signifikan.

Versi lainnya, ada yang menyebutkan bahwa sate ini  berasal dari Cianjur. Ada juga yang menceritakan bahwa sate Maranggi diciptakan oleh orang asli  Purwakarta bernama Mak Ranggi pada ratusan tahun lalu.

Di Purwakarta ada salah satu warung  sate Maranggi yang terkenal dan selalu ramai pengunjung yaitu Sate Maranggi Bu Hajjah Yetty. Warungnya terletak persis di pinggir jalan raya Cibungur. Tempatnya luas bisa menampung sampai 1200 pelanggan. Harga sate di sini per 10 tusuk adalah Rp.40.000. Ada harga untuk menjamin kualitas, kelezatan dan kepuasan.

Oya, sate Maranggi adalah makanan yang kelasnya sudah mendunia. Sate ini menjadi salah satu dari 8 jajanan paling favorit dalam World Street Congress di Filipina. Bahkan saat mengikuti kontes makanan internasional, sate Maranggi Cibungur lolos sebagai makanan yang bergizi dan sehat. Oleh karenanya tak heran ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Korea Selatan, tuan rumah menyajikan sate Maranggi di daftar menu makan siang. Mereka telah mengakui kelezatan kuliner khas Tanah Pasundan ini.

 

*Hendro Cahyono



Pariwisatapariwisata lainnya

Wisata Air The Jungle Adventure

access_time15 November 2016 13:53:28 folder_open 1.221

Daya Tarik Pantai Karang Bolong

access_time29 November 2016 10:19:38 folder_open 4.714

Goa Cerme, Tempat Wisata Dengan Sejarah Walisongo

access_time09 Februari 2017 16:26:17 folder_open 2.112

Kulinerkuliner lainnya

Cakwe, Camilan Simbol Perlawanan

Cakwe, Camilan Simbol Perlawanan

access_time 06 Maret 2019 10:47:27 folder_open 477
Tahu Gimbal, Kuliner Tradisional Khas Semarang

Tahu Gimbal, Kuliner Tradisional Khas Semarang

access_time 14 Agustus 2019 18:35:11 folder_open 244
Rujak Kolam, Pedasnya Tak Terlupakan

Rujak Kolam, Pedasnya Tak Terlupakan

access_time 02 April 2019 13:49:22 folder_open 250




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Promoted Diskon 50% APD dan Masker, JNE Express

    Diskon 50% APD (JTR) dan Masker (OKE) ke Seluruh Pulau Jawa dan Bali.. Max. 5kg. Walk in Interview di Sales Counter

  2. Belum ada komentar

menu
menu