Home / Wondeful Indonesia / Kuliner Nusantara / Sate Kuda, Empuk Rasanya Hebat Khasiatnya

Sate Kuda, Empuk Rasanya Hebat Khasiatnya


Sate Kuda, Empuk Rasanya Hebat Khasiatnya

Kuda merupakan hewan lambang kekuatan. Jangan heran jika gambar kuda sering diabadikan sebagai logo obat kuat. Bahkan, ada mitos yang mengisahkan kehebatan Patih Gajah Mada berasal dari kegemarannya menyantap daging kuda setiap hari.

Saat ini masih banyak orang yang meyakini mitos tersebut. Alhasil, cukup banyak pedagang yang menjual makanan olahan dari daging kuda. Salah satunya adalah sate kuda. Bila bertandang ke kota gudeg Yogyakarta, Anda bisa menemui beberapa warung yang menjual sate kuda. Salah satunya adalah warung Sate Kuda Gondolayu di Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta. Warung sate ini  terkenal lantaran letaknya di jantung kota.

Sate daging kuda tak hanya enak dan empuk, tetapi konon juga berkhasiat menyembuhkan penyakit seperti asma, diabetes, dan mampu meningkatkan vitalitas kejantanan kaum pria. Tak heran, banyak orang sengaja mencari sate jenis ini. Pemilik usaha bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah per hari.

Daging kuda untuk sate tidak bisa sembarangan. Harus daging has dalam. Bagian tersebut adalah bagian terempuk dari keseluruhan daging kuda. Akan tetapi, karena pasokan daging kuda tidak banyak, pemilik warung kerap mendapat daging kuda yang sudah berumur sehingga dagingnya alot. Untuk mengakalinya, daging kuda yang sudah ditusuk-tusuk diberi pelapis daun pepaya, lantas dimasukkan ke lemari pembeku supaya daging menjadi empuk tanpa berubah warna atau berbau.

Sate kuda dapat disajikan bersama nasi atau lontong sayur sesuai selera pelanggan. Bumbu yang disajikan juga berbeda. Untuk nasi, sate kuda dibumbu kecap dengan irisan cabai rawit, sementara untuk lontong sayur sate dibumbu kacang seperti sate ayam.

Untuk harganya, satu porsi sate kuda sendiri dibanderol Rp 25 ribu, berisi lima  tusuk sate kuda. Sedangkan untuk satu porsi tongseng daging kuda dan otak serta torpedo kuda juga dibanderol dengan harga yang sama.

 

*Hendro Cahyono, dari berbagai sumber



Pariwisatapariwisata lainnya

Menikmati Pantai Parangtritis Yogyakarta

access_time28 Maret 2017 02:36:32 folder_open 1.498

Istana Siak, Warisan Sejarah Riau

access_time12 April 2019 01:02:48 folder_open 58

Pantai Pangandaran dan Taman Wisata Alam Pantai Pangandaran Jawa Barat

access_time16 November 2016 21:57:49 folder_open 3.868

Kulinerkuliner lainnya

Rujak Kangkung, Pedasnya Nampol Lidah

Rujak Kangkung, Pedasnya Nampol Lidah

access_time 10 Mei 2019 18:53:08 folder_open 44
Cakwe, Camilan Simbol Perlawanan

Cakwe, Camilan Simbol Perlawanan

access_time 06 Maret 2019 10:47:27 folder_open 145
Mi Instan Warung Telap 12, Disajikan Sesuai Gambar

Mi Instan Warung Telap 12, Disajikan Sesuai Gambar

access_time 10 Mei 2019 22:39:09 folder_open 39




Login disini untuk memberikan komentar

 

comment0 Responses
  1. Belum ada komentar

menu
menu